Berlayar

seimbangkah kita
pada bahtera bahtera yang kita naiki
mengarungi samudera badai
menumbukkan karang karang ke haluan
 
terkadang kemudi tak dapat terkendali
di saat tiang tiang layar kita tumbang
kemudian kita hilang
menjadi satu dalam biru
 
namun badai tak berkunjung selamanya
ada waktunya mentari dapat masuk ke dalam penjara hati
membebaskan suka yang terbelenggu
melenyapkan duka yang murka
 
rasakan angin-angin yang menghembus
deru yang menggebu
dan karang karang yang berdiri tegak
kembangkan layarmu lalu milikilah samuderamu
 
jika kita telah mengangkat sauh
tuk dermaga berikut kan berlabuh
tak ada kata menyerah meski raga berpeluh
mari kita berlayar jauh

Karanganyar, 22 Oktober 2012
-R. Pujasmara

Hujan Itu Me…

Hujan kini telah turun
dekat sangat saat tengah gelap
titik sesaat aku diam
 
Tiba-tiba sukacita datang
hampiri tanah pasir wukir
kering keras kerontang keretakan
 
di jalanan kemudian
jatuh tetes rintik gelombang pasang
kulihat bayangmu
di sela-sela lingkaran air yang menyapu
 
Lalu menyebar dedamaian
di bumi, ini waktu
 
Tubuhku lelah sudah
bagaimanapun
hitungan hari kini datangnya sudah
Hujan! Kutunggu kau sudah semenjak bulan muda
 
Sekarang telah waktunya manusia terlupa
terlelap dalam dekap
hangat nikmat mimpi manis
 
Esok ‘kan terlihat rama-rama
menyambut mekaran bunga-bunga
nyanyian burung di atas cempaka
dan tangisan mula kehidupan
 
Lagi…
sampai kemarau hingga penghujan tahun depan
dan tahun depannya lagi
dan seterusnya
sampai ‘kan akhir dunia
 
Sebab hujan itu membuatku ….
terlalu sulit diungkapkan

Karanganyar, 10 Oktober 2012