Rumah Kita

Aku akan pulang sayang
melihat bunga-bunga kita yang telah bermekaran
kumbang-kumbangnya menghampiri
Ku rindu pada si melati yang putih kecil
harum wanginya yang kuncupnya dulu kau rawat
tenang di antara dedaunan kebunmu
yang selalu kau pupuk
 
Aku ingin segera melihat rumah
menghias ruang keluarga kita
di sana kan kuletakkan gambar-gambar semasa muda
jadi tempat kita bercengkrama
sambil nikmati hangat rumah kita
 
Bila nanti ku kembali
kubenahi genting-genting yang tlah berlubang
atau dinding-dinding yang mulai retak
juga kan ku beri warna baru untuk rumah kita
namun kita takkan melupakan nuansa yang lama
 
Bila badai kan datang
kita kan tetap berlindung
Atau ketika panas menyengat
kita tetap kan bernaung
 
Tunggu aku sayang
Aku akan pulang
Kita bersama merangkai melati di taman
menjadikannya indah pada kumbang yang terbang
semoga kelak mereka menjadi benih subur
untuk selalu menghias rumah kita
Rumah yang kini
Rumah yang nanti

Karanganyar, 15 Januari 2013
-R. Pujasmara

Cerita dari Gunung-Gemunung

Langit mengiring perlahan
langkah kita menjauhi dunia
hingga tersisa alam mimpi
manis bagai rintik hujan yang membawa pelangi
 
Sore itu menjelang malam
Kabut turun seperlahan langit
walau masih beriringan dengan mentari
yang terbenam indah jingga ungu
biru kemerahan
 
Tangan pada genggaman
melangkah dingin kurasakan
telapak yang tak pernah selembut senyuman
terus melangkah tanpa peduli malam menjelang
 
Semakin jauh dari diam
semakin merasa rindu
pada masing-masing pribadi yang kita tinggalkan
Belajarlah bahwa
egoisme dan kesombongan
sedikit demi banyak harus kita tanggalkan
 
Bila teringat, terbayang rasa ingin berhenti
pulang kembali tidur di peraduan
karena wajah-wajah itu semakin terlihat
di cakrawala senja
 
Wajah itu kawan dan sanak keluarga
yang terbeban dengan kesalahan yang kita lakukan
terbayang jelas tetap ikhlas
berdoa lewat mulut-mulut mereka:
“Tuhan lindungan-Mu semoga meliputi mereka di sana”

Langkah kaki semakin pupus
Rasa hati semakin mampus
Karena meski ribuan doa terpanjat pada-Nya
kita ini tetap manusia
Bukan apa-apa melawan alam yang tak terkalahkan
 
Kawan, kita kan terus berjalan
sebab tiada usaha yang sia-sia
sampai kan kita tiba
di tempat angin berkibar gagah
 
Walau kita kan turun kembali
Kita kan capai puncak yang lebih tinggi
Sampai ada yang melebihi ujung Himalaya
 
Kelak atau hari ini
kita pasti tahu
arti indah sebuah hidup

Karanganyar, 11 Januari 2013
-R. Pujasmara