Diam mengatakannya padaku
meraung dalam bahasa sunyi
tentangmu
Rengut bibirnya diremas sesal
tak seribu senyum wajahnya menggambar
Diam, tempat segala rindu bersemayam
mencintaimu
melebihi semua cinta
yang bisa disampaikan syair puisi dan mahkota bunga
Tatap matanya setia
saat kutetapkan pada hati tuk berhenti mencintai
Kubuka mata
mendengar semua murka
yang disampaikan diam
bersama kenangan dan angan-angan
meraung dalam bahasa sunyi
tentangmu
Rengut bibirnya diremas sesal
tak seribu senyum wajahnya menggambar
Diam, tempat segala rindu bersemayam
mencintaimu
melebihi semua cinta
yang bisa disampaikan syair puisi dan mahkota bunga
Tatap matanya setia
saat kutetapkan pada hati tuk berhenti mencintai
Kubuka mata
mendengar semua murka
yang disampaikan diam
bersama kenangan dan angan-angan
Klaten, 13 Maret 2017
-R. Pujasmara