Dari ruang gelap kita mencabut hidup di atas nyawa
merasa wibawa untuk melukis duka di atas tawa
Dari bangun gelap kita mendengar
sepi amarah yang hingar-bingar
jelas keraguan terhambar
tolak damai berakar
Dari sisi gelap kita memandang
tapi terundung oleh bayang
di balik dinding terawang
ditumpuk rasa sayang
Dari sudut gelap kita bertarung
mengadu tangan terpancung
di belenggu digantung
pikiran terpasung
Dari garis gelap kita sakti
semua tinggal menanti
cahaya sampai mati
Dari titik gelap yang kembali gelap
tinggal gelap yang hingga
gelap tak lagi terbaca gelap
merasa wibawa untuk melukis duka di atas tawa
Dari bangun gelap kita mendengar
sepi amarah yang hingar-bingar
jelas keraguan terhambar
tolak damai berakar
Dari sisi gelap kita memandang
tapi terundung oleh bayang
di balik dinding terawang
ditumpuk rasa sayang
Dari sudut gelap kita bertarung
mengadu tangan terpancung
di belenggu digantung
pikiran terpasung
Dari garis gelap kita sakti
semua tinggal menanti
cahaya sampai mati
Dari titik gelap yang kembali gelap
tinggal gelap yang hingga
gelap tak lagi terbaca gelap
Yogyakarta, 12 April 2014
-R. Pujasmara