Angin berjalan saja menuruni langit
menuju ke tapak-tapak yang telah tercetak di padang gelap
bisik-bisik rumputnya menggelitik
mereka membicarakan cinta
Jika beku ini tak sedingin embun malam
aku mau berbaring antaranya bukit-bukit lucu
namun tubuhku pergi ke bulan
yang tiap malam mengirimkan kehangatan
Mari kita menggelar tenda
membuka atapnya dan memandang ke langit
menyebelahi bara api unggun yang kadang terkejut terbakar
di depan sepanci susu cokelat dan kopi hitam
tanpa asap rokok
hanya uap air yang mengepul
Super moon malam ini
membawaku kembali ke rumah
di antara mimpi
berkemah di savana Merbabu
Angin berjalan saja menuruni langit
tanpa jejak
hanya tubuhku tertusuk arus
ada jeda sebelum impian jadi nyata
Ini cuma rahasia bulan Juni tersenyum
menuju ke tapak-tapak yang telah tercetak di padang gelap
bisik-bisik rumputnya menggelitik
mereka membicarakan cinta
Jika beku ini tak sedingin embun malam
aku mau berbaring antaranya bukit-bukit lucu
namun tubuhku pergi ke bulan
yang tiap malam mengirimkan kehangatan
Mari kita menggelar tenda
membuka atapnya dan memandang ke langit
menyebelahi bara api unggun yang kadang terkejut terbakar
di depan sepanci susu cokelat dan kopi hitam
tanpa asap rokok
hanya uap air yang mengepul
Super moon malam ini
membawaku kembali ke rumah
di antara mimpi
berkemah di savana Merbabu
Angin berjalan saja menuruni langit
tanpa jejak
hanya tubuhku tertusuk arus
ada jeda sebelum impian jadi nyata
Ini cuma rahasia bulan Juni tersenyum
Karanganyar, 23 Juni 2013
-R. Pujasmara