Antara Negeri Sultan dan Kota Sunan II

Angin berjalan saja menuruni langit
menuju ke tapak-tapak yang telah tercetak di padang gelap
bisik-bisik rumputnya menggelitik
mereka membicarakan cinta
 
Jika beku ini tak sedingin embun malam
aku mau berbaring antaranya bukit-bukit lucu
namun tubuhku pergi ke bulan
yang tiap malam mengirimkan kehangatan
 
Mari kita menggelar tenda
membuka atapnya dan memandang ke langit
menyebelahi bara api unggun yang kadang terkejut terbakar
di depan sepanci susu cokelat dan kopi hitam
tanpa asap rokok
hanya uap air yang mengepul
 
Super moon malam ini
membawaku kembali ke rumah
di antara mimpi
berkemah di savana Merbabu
 
Angin berjalan saja menuruni langit
tanpa jejak
hanya tubuhku tertusuk arus
ada jeda sebelum impian jadi nyata
 
Ini cuma rahasia bulan Juni tersenyum

Karanganyar, 23 Juni 2013
-R. Pujasmara

Terangan Begitu Saja

Namun tidak di sini
di tengah kota keramaian
Aku menampakkanmu di tengah keterdesakan
berusaha menemukanmu dari keputusasaan
karena sebuah tanya
tentang bagaimana hari esok akan datang
bagaikan duka menjalar
bak malam yang menghapus gerimis
 
Ini jadi malam gelap yang biasa
bertabur mendung bulan Juni
sebab mungkin kemarau sudah ragu untuk datang
seperti hujan yang lama-lama juga bimbang untuk pulang
kembali ke lautan teduh
kembali ke wujudnya yang tiada
 
Akan ada banyak kerinduan yang terlukiskan
di sepanjang jalan
seperti garis putih putus-putus itu
seringkali menghilang
namun ia kan selalu di sana menanti sebuah cerita
tentang paraunya kemarau yang ia rindukan

Karanganyar, 14 Juni 2013
-R Pujasmara