Aku tak ingin menjadi burung, aku ingin menjadi angin,
agar boleh mengelus tangkaimu yang merunduk itu
daripada harus ku ditakdir membunuh biji-bijimu.
Namun bila pada akhirnya aku tetap burung,
meski ku harus mati berjuang menghancurkanmu,
dalam jurang hati kuizinkan seorang petani berteriak,
membunyikan kaleng rombeng itu menjagamu, menakutiku,
menjauhkanmu dari paruh kecilku
yang ingin selalu dekat padamu.
agar boleh mengelus tangkaimu yang merunduk itu
daripada harus ku ditakdir membunuh biji-bijimu.
Namun bila pada akhirnya aku tetap burung,
meski ku harus mati berjuang menghancurkanmu,
dalam jurang hati kuizinkan seorang petani berteriak,
membunyikan kaleng rombeng itu menjagamu, menakutiku,
menjauhkanmu dari paruh kecilku
yang ingin selalu dekat padamu.
Yogyakarta, 14 September 2014
-R. Pujasmara