…mmm

Malam ini Sungai Serayu begitu sepi
desirnya pun diam
hanya aura dari murninya
membayang menyelimuti angin
 
jangan hiraukan arus cepat
kita jalan pelan-pelan saja
seperti kemarin ketika semua begitu…mmm



Pernahkah kau menyusur jalan ini
di tepian dari hilir ke hulu
yang hanya pergi ke angan jauh
yang tetap putih di tengah kelam
meliputi bintang-bintang
 
Duduklah di sana
meski tak satupun bagian wajahmu terlihat
hanya bayanganmu diterpa cahaya bulan
 
mari kutemani, namun kali ini saja
memandangi gunung kerinduan ini
Sindoro-Sumbing yang begitu muram
 
nanti kita berpisah di sini
tanpa peluk erat
dan tangan menjabat



Sindoro telah menemukan awannya
telah menemukan tanahnya
di sini untuk mencumbu Jawa dengan kasih
Seperti aku menemukan jawaban untuk…mmm

Karanganyar, 16 Agustus 2013
-R. Pujasmara

Bait Patah Hati

Ini adalah rangkaian bait patah hati
Semua diawali dari,
“Sepertinya, kita lebih baik berteman saja”
 
1.
malam, seperti tiada lagi latar cerita yang lebih indah
dan suasana yang lebih membawa hati
kepada hangatnya sebuah penantian
 
2.
denting bintang bersama angin lalu
membawa nada-nada yang menidurkan cahaya matahari
dan sungai-sungai di bulan sana mengalirkan
di antara kepura-puraanya untuk diam
 
3.
awan-awan di atmosfera
membawa gelombang yang tak nampak mata
sejuta kata-kata pujian, kasih sayang
dan suara-suara nyanyian sendu
dari letupan udara
yang beterbangan di atas melodi lagu
meninggikan hujan
menyirap badai
menunggu cuaca
 
4.
malam, kereta api melaju
jarak terasa begitu ngilu
menjeritkan suara
yang berlari-lari mengejar
tidak serangga bernyanyi
atau burung yang berburu
 
5.
tinggal pemuda itu tertidur sekali lagi
seperti kemarin
ketika ia yakin kepada keputusannya
menjadi bulan yang menanti bumi

Karanganyar, 14 Agustus 2013
-R. Pujasmara