Kalau ada langit maka diusung
kalau bumi lalu dipijak
di antara keduanya angin berjalan perlahan
kalau bumi lalu dipijak
di antara keduanya angin berjalan perlahan
Pada lingkaran yang lebih kecil
ada bumi-bumi dan langit-langit
di antara keduanya nafas mendesah pelan
Kenyataan seperti ini
detak jantung lebih menggetar dari gemulung ombak
sebab suara itu berteriak ke sekian kali
menuntut sabar yang berdiri
menidurkan yang roboh rebah
Balutan luka merangkul
tangan yang naungi jemari remuk lengah lelah
karena pundak dipaksa menopang
kenyataan seperti ini
Ada pohon besi yang meneteskan air laut
berbuah bening dilapis embun
di bawah bunga merah empat mahkota
Suara yang berteriak itu bilang,
maka aku menyaksikan dua bagian yang satu
karena seperti-pertinya
ia tak mengharap hidupku tuk kedua kali
Siapa yang tahu siapa punya suara itu. Aku pun tidak
Kalau ada, aku harap ada kamu di sini
di sebuah ruang di kehidupan
Sebelum selimut kering menutupi wajah dosaku
Yogyakarta, 30 Desember 2014
-R. Pujasmara