Tiada lagi bunyi genderang
pula sangkakala perang
Tertinggal darah yang teroles pada pedangnya
dan perisai baja yang terbelah pada tengahnya
Beku mencekam
menegakkan panji yang patah
mengibarkan bendera yang bedah
meratapi matinya manusia
Manusia terlampau sesumbar
namun darahnya sendiri tlah memancar
Jika manusia berjaya
maka hanya kejayaan sia-sia
kejayaan abadi hanya milik Dewata
di nirwana yang nirmala
Dunia memang untuk manusia
namun tak berarti selamanya
Dewata lah yang berkuasa
kita lah yang tunduk pada-Nya
sebab Dewata takkan pernah
berbagi kejayaan dan keabadian dengan titah-Nya
pula sangkakala perang
Tertinggal darah yang teroles pada pedangnya
dan perisai baja yang terbelah pada tengahnya
Beku mencekam
menegakkan panji yang patah
mengibarkan bendera yang bedah
meratapi matinya manusia
Manusia terlampau sesumbar
namun darahnya sendiri tlah memancar
Jika manusia berjaya
maka hanya kejayaan sia-sia
kejayaan abadi hanya milik Dewata
di nirwana yang nirmala
Dunia memang untuk manusia
namun tak berarti selamanya
Dewata lah yang berkuasa
kita lah yang tunduk pada-Nya
sebab Dewata takkan pernah
berbagi kejayaan dan keabadian dengan titah-Nya
Karanganyar, 25 Mei 2011
-R. Pujasmara