Aku tidak pernah berhenti mencintai embun
yang hinggap di bunga-bunga putih kekuningan
berpeluk mesra dalam pagi yang kian hangat
ia angkat segala duka pada sang bunga
ia hapus tangis pada tiap lembaran mahkota
itulah caranya ungkapkan cinta, embun
remang terbitnya bunga matahari
pada jingga kebiruan lautan angkasa
menyingkap kunang-kunang langit,
bintang-bintang dan awan debu antariksa
salju-salju awan mengalir di sungai bersama
serta bulan yang masih malu-malu tuk datang tau pergi
dan serpihan sayap-sayap merpati
mengering di pelukan Waringin Jayandaru
menghilang di putih puncak-puncak gunung biru
Ujung Giri Kailasa
moksa menjauhi fana
ke awan-awan surga
yang hinggap di bunga-bunga putih kekuningan
berpeluk mesra dalam pagi yang kian hangat
ia angkat segala duka pada sang bunga
ia hapus tangis pada tiap lembaran mahkota
itulah caranya ungkapkan cinta, embun
remang terbitnya bunga matahari
pada jingga kebiruan lautan angkasa
menyingkap kunang-kunang langit,
bintang-bintang dan awan debu antariksa
salju-salju awan mengalir di sungai bersama
serta bulan yang masih malu-malu tuk datang tau pergi
dan serpihan sayap-sayap merpati
mengering di pelukan Waringin Jayandaru
menghilang di putih puncak-puncak gunung biru
Ujung Giri Kailasa
moksa menjauhi fana
ke awan-awan surga
Karanganyar, 5 Juli 2013
-R. Pujasmara