Ini adalah rangkaian bait patah hati
Semua diawali dari,
“Sepertinya, kita lebih baik berteman saja”
1.
malam, seperti tiada lagi latar cerita yang lebih indah
dan suasana yang lebih membawa hati
kepada hangatnya sebuah penantian
2.
denting bintang bersama angin lalu
membawa nada-nada yang menidurkan cahaya matahari
dan sungai-sungai di bulan sana mengalirkan
di antara kepura-puraanya untuk diam
3.
awan-awan di atmosfera
membawa gelombang yang tak nampak mata
sejuta kata-kata pujian, kasih sayang
dan suara-suara nyanyian sendu
dari letupan udara
yang beterbangan di atas melodi lagu
meninggikan hujan
menyirap badai
menunggu cuaca
4.
malam, kereta api melaju
jarak terasa begitu ngilu
menjeritkan suara
yang berlari-lari mengejar
tidak serangga bernyanyi
atau burung yang berburu
5.
tinggal pemuda itu tertidur sekali lagi
seperti kemarin
ketika ia yakin kepada keputusannya
menjadi bulan yang menanti bumi
Semua diawali dari,
“Sepertinya, kita lebih baik berteman saja”
1.
malam, seperti tiada lagi latar cerita yang lebih indah
dan suasana yang lebih membawa hati
kepada hangatnya sebuah penantian
2.
denting bintang bersama angin lalu
membawa nada-nada yang menidurkan cahaya matahari
dan sungai-sungai di bulan sana mengalirkan
di antara kepura-puraanya untuk diam
3.
awan-awan di atmosfera
membawa gelombang yang tak nampak mata
sejuta kata-kata pujian, kasih sayang
dan suara-suara nyanyian sendu
dari letupan udara
yang beterbangan di atas melodi lagu
meninggikan hujan
menyirap badai
menunggu cuaca
4.
malam, kereta api melaju
jarak terasa begitu ngilu
menjeritkan suara
yang berlari-lari mengejar
tidak serangga bernyanyi
atau burung yang berburu
5.
tinggal pemuda itu tertidur sekali lagi
seperti kemarin
ketika ia yakin kepada keputusannya
menjadi bulan yang menanti bumi
Karanganyar, 14 Agustus 2013
-R. Pujasmara