Menengadah menengah ke langit teduh
Memacak pandang menari nafas
Berharap
akan ada pematung awan mengukir birunya putih
melaksanakan hari yang dingin di balik badai matahari
di sebelah murka buana raya
Memacak pandang menari nafas
Berharap
akan ada pematung awan mengukir birunya putih
melaksanakan hari yang dingin di balik badai matahari
di sebelah murka buana raya
Di titik jauh dari letak berdiri
terdengar sekumpulan malaikat
berkata pada sebuah hutan yang tua
bahwa tajuknya memutih tak lama lagi
luruh dan pudar
Bersama hujan yang mereka sangka akan kembali
membawa datang kehidupan
Yogyakarta, 21 Februari 2014
-R. Pujasmara