Sekali Lagi Hujan Turun

Ingatlah cerita
yang tersambung duka cita dan air mata
tentang kesederhanaan akan ketidakmengertian
takdir yang tak boleh kita kejamkan.
 
Sekali lagi hujan turun
membentangkan gelap di sekujur dunia
di antara prahara derita murka yang tumpah
Terdiam menyaksikan
darah menghitam
kulit membiru
dan jemari yang berubah kelabu
Meratap pada angkasa
merendahkan diri pada pertiwi
kepada derasnya air dia berkata:
“Mungkin tlah jadi akhirnya
oleh aku yang tersesat
Karena aku takkan mampu bangkit lagi
bukan lagi rumah tempatku kan kembali”
 
Itulah cerita
yang tersambung duka cita dan air mata
tentang ketidakmengertian akan kesederhanaan
takdir yang tak boleh kita kejamkan.


Karanganyar, 1 Februari 2012
-R. Pujasmara