Langit mengiring perlahan
langkah kita menjauhi dunia
hingga tersisa alam mimpi
manis bagai rintik hujan yang membawa pelangi
Sore itu menjelang malam
Kabut turun seperlahan langit
walau masih beriringan dengan mentari
yang terbenam indah jingga ungu
biru kemerahan
Tangan pada genggaman
melangkah dingin kurasakan
telapak yang tak pernah selembut senyuman
terus melangkah tanpa peduli malam menjelang
Semakin jauh dari diam
semakin merasa rindu
pada masing-masing pribadi yang kita tinggalkan
Belajarlah bahwa
egoisme dan kesombongan
sedikit demi banyak harus kita tanggalkan
Bila teringat, terbayang rasa ingin berhenti
pulang kembali tidur di peraduan
karena wajah-wajah itu semakin terlihat
di cakrawala senja
Wajah itu kawan dan sanak keluarga
yang terbeban dengan kesalahan yang kita lakukan
terbayang jelas tetap ikhlas
berdoa lewat mulut-mulut mereka:
“Tuhan lindungan-Mu semoga meliputi mereka di sana”
langkah kita menjauhi dunia
hingga tersisa alam mimpi
manis bagai rintik hujan yang membawa pelangi
Sore itu menjelang malam
Kabut turun seperlahan langit
walau masih beriringan dengan mentari
yang terbenam indah jingga ungu
biru kemerahan
Tangan pada genggaman
melangkah dingin kurasakan
telapak yang tak pernah selembut senyuman
terus melangkah tanpa peduli malam menjelang
Semakin jauh dari diam
semakin merasa rindu
pada masing-masing pribadi yang kita tinggalkan
Belajarlah bahwa
egoisme dan kesombongan
sedikit demi banyak harus kita tanggalkan
Bila teringat, terbayang rasa ingin berhenti
pulang kembali tidur di peraduan
karena wajah-wajah itu semakin terlihat
di cakrawala senja
Wajah itu kawan dan sanak keluarga
yang terbeban dengan kesalahan yang kita lakukan
terbayang jelas tetap ikhlas
berdoa lewat mulut-mulut mereka:
“Tuhan lindungan-Mu semoga meliputi mereka di sana”
Langkah kaki semakin pupus
Rasa hati semakin mampus
Karena meski ribuan doa terpanjat pada-Nya
kita ini tetap manusia
Bukan apa-apa melawan alam yang tak terkalahkan
Kawan, kita kan terus berjalan
sebab tiada usaha yang sia-sia
sampai kan kita tiba
di tempat angin berkibar gagah
Walau kita kan turun kembali
Kita kan capai puncak yang lebih tinggi
Sampai ada yang melebihi ujung Himalaya
Kelak atau hari ini
kita pasti tahu
arti indah sebuah hidup
Rasa hati semakin mampus
Karena meski ribuan doa terpanjat pada-Nya
kita ini tetap manusia
Bukan apa-apa melawan alam yang tak terkalahkan
Kawan, kita kan terus berjalan
sebab tiada usaha yang sia-sia
sampai kan kita tiba
di tempat angin berkibar gagah
Walau kita kan turun kembali
Kita kan capai puncak yang lebih tinggi
Sampai ada yang melebihi ujung Himalaya
Kelak atau hari ini
kita pasti tahu
arti indah sebuah hidup
Karanganyar, 11 Januari 2013
-R. Pujasmara