Aku akan pulang sayang
melihat bunga-bunga kita yang telah bermekaran
kumbang-kumbangnya menghampiri
Ku rindu pada si melati yang putih kecil
harum wanginya yang kuncupnya dulu kau rawat
tenang di antara dedaunan kebunmu
yang selalu kau pupuk
Aku ingin segera melihat rumah
menghias ruang keluarga kita
di sana kan kuletakkan gambar-gambar semasa muda
jadi tempat kita bercengkrama
sambil nikmati hangat rumah kita
Bila nanti ku kembali
kubenahi genting-genting yang tlah berlubang
atau dinding-dinding yang mulai retak
juga kan ku beri warna baru untuk rumah kita
namun kita takkan melupakan nuansa yang lama
Bila badai kan datang
kita kan tetap berlindung
Atau ketika panas menyengat
kita tetap kan bernaung
Tunggu aku sayang
Aku akan pulang
Kita bersama merangkai melati di taman
menjadikannya indah pada kumbang yang terbang
semoga kelak mereka menjadi benih subur
untuk selalu menghias rumah kita
Rumah yang kini
Rumah yang nanti
melihat bunga-bunga kita yang telah bermekaran
kumbang-kumbangnya menghampiri
Ku rindu pada si melati yang putih kecil
harum wanginya yang kuncupnya dulu kau rawat
tenang di antara dedaunan kebunmu
yang selalu kau pupuk
Aku ingin segera melihat rumah
menghias ruang keluarga kita
di sana kan kuletakkan gambar-gambar semasa muda
jadi tempat kita bercengkrama
sambil nikmati hangat rumah kita
Bila nanti ku kembali
kubenahi genting-genting yang tlah berlubang
atau dinding-dinding yang mulai retak
juga kan ku beri warna baru untuk rumah kita
namun kita takkan melupakan nuansa yang lama
Bila badai kan datang
kita kan tetap berlindung
Atau ketika panas menyengat
kita tetap kan bernaung
Tunggu aku sayang
Aku akan pulang
Kita bersama merangkai melati di taman
menjadikannya indah pada kumbang yang terbang
semoga kelak mereka menjadi benih subur
untuk selalu menghias rumah kita
Rumah yang kini
Rumah yang nanti
Karanganyar, 15 Januari 2013
-R. Pujasmara