Alir

Air perlahan mengalir dari mata
pada tiap lekuk jalan-jalan
Menetes terjun
Berkelok panjang
Mengarus
 
Akan kemana
bilamana yang dapat ditempuh hanya semata
Salahkah angan sampaikan berjuta suci
kepada lautan biru
 
Sayangnya mudah terlarutkan
semua yang turut mengikut
hitam putih bumi pula berharap, suatu nanti
kan berkumpul pada samudera
Jangan. Jangan biarkan
gelapnya bermuara serta.
Biarkan sungaiku, suciku
 
Menguaplah hancur
terbanglah saja
siapa rela muaraku kau lumpuri
Bila kau tanah jadilah tanah
Jangan jamahi tetes airku
 
Haruskah air mata airku
selamanya tak bisa memutuskan
Hanya terdesak ikuti keadaan


Karanganyar, 5 April 2013
-R. Pujasmara