Hari kembali sore
ketika roda-roda kembali berputar
melukis keindahan dalam kelambatan laju
ketika roda-roda kembali berputar
melukis keindahan dalam kelambatan laju
Tiada pernah berbeda ketika selera harus dipaksakan
hanya terpaku pada lukisan yang usai dikemas
digantikan senandung ombak menjelang petang
lama sekali, hingga angin pun harus kucari
di tepian keriuhan dan deru
hanya terpaku pada lukisan yang usai dikemas
digantikan senandung ombak menjelang petang
lama sekali, hingga angin pun harus kucari
di tepian keriuhan dan deru
Ada mata tertutup dan nafas yang tertarik
dalam hembus sensasi didekati gerimis
membelai malam bulan separuh
memendar dari pekat kaca
yang menyatu pada wajah lelah
dalam hembus sensasi didekati gerimis
membelai malam bulan separuh
memendar dari pekat kaca
yang menyatu pada wajah lelah
Malam di kota indah dideru taman lampu jemalan
pecah hati sudahi waktu
semua yang orang tahu suka bicara
ada cerita di dunia tentang itu dan ini
tak terhenti dan tak mau berhenti
pecah hati sudahi waktu
semua yang orang tahu suka bicara
ada cerita di dunia tentang itu dan ini
tak terhenti dan tak mau berhenti
Ada kesadaran bahwa
ketentraman hati terkadang muncul di malam panjang
Dan bernyala lampu di Jawadwipa
lambat meredup pandang
buyarkan pesta kecil malam ini
di tepian pantai utara
ketentraman hati terkadang muncul di malam panjang
Dan bernyala lampu di Jawadwipa
lambat meredup pandang
buyarkan pesta kecil malam ini
di tepian pantai utara
Lebih baik bahagia dalam kepercayaan
sebab air untuk mengguyur badan masih mengalir di bumi
sebab air untuk mengguyur badan masih mengalir di bumi
Yogyakarta, 20 Desember 2013
Mengingat satu malam di Pasuruan-Probolinggo
-R. Pujasmara