Menangisi Bumi

Bulan tanpa perasaan
Mata langit tak meneteskan hujan

Jurang jiwa mungkin harap
rinai tangis jatuhlah sahaja
walau bila hati bagai tanah merah
biarkan air berlalu di tebing yang curam
membakar puing-puingnya kemerahan
asal jangan keras menghitam
membolak-balik tanpa alasan

Mengapa hidup harus seperti Desember
berjalan jauh melupakan Januari
bila akhirnya bertemu kembali

Mungkin ada isyarat
bumi sudah lelah menumbuhkan
karena banyak derita ditanggung 
hingga kelak tiada tertampung

Semoga suatu ketika
awal tahun kan kembali
hingga air mata 
menangisi bumi

Yogyakarta, 9 Desember 2013
-R. Pujasmara