Setelah dalam Tidurmu Kau Tersenyum

Pesanku sudah terlampau larut untuk kau baca
Seseorang yang tidur dalam senyumnya
pulas, terlupa akan bumi manusia
Mimpikan indah, jika boleh kuharap
 
“Gelap ini pukul dua puluh dua tepat aku…
…berdiri sedekat mungkin pada tidurmu,
Bermunajat, semoga engkaulah…
…yang kukasihi dikasihi-Nya”
 
Bila kutahu Tuhan kabulkan pintaku
Semoga kau adalah
orang yang pantas ku doakan
tuk aku menunggu sedekat mungkin pada dirimu
 
Dalam gulita ini
kujagakan batas-batas impian
kujauhkan siksa-siksa sedihan
kubukakan sukacita nyataan
 
Bila lalu Tuhan yakinkan teguhku
lalu kita nanti berbahagia bersama
Semoga kau adalah:
Lalu kusebutkan namamu
 
Kuberikan pelukku meski semu
tuk ganti selimutmu yang terlanjur membeku
lalu sedikit tersenyum
senyum rupa ironi sebuah doa


Karanganyar, 28 Agustus 2012
-R. Pujasmara