Kita kan bertemu di batas kota
Tempat di mana langit api mencumbu awan kelabu
biru di antara jalanan menderu
Kuarahkan dudukku
yang termenung kepada badan jalan
Kulemparkan anganku
pada tiap dua roda yang berputar
Menunggumu
Membunuh waktu
Dalam impian semua terpaku
akan kedatanganmu nanti
Bagaimana kita kan berpeluk mesra
erat-erat, sangat teramat erat
seolah hanya itu yang dapat kita lakukan
Itu dia kau tiba
Kulangkahkan kaki tanpa jejak menyambutmu
dan
Di batas kota kita bertemu
Tubuhku tercerai
Tangismu terurai
Bersama tiap pasang mata yang memalingkan wajah
sambil memperlambat laju
Tempat di mana langit api mencumbu awan kelabu
biru di antara jalanan menderu
Kuarahkan dudukku
yang termenung kepada badan jalan
Kulemparkan anganku
pada tiap dua roda yang berputar
Menunggumu
Membunuh waktu
Dalam impian semua terpaku
akan kedatanganmu nanti
Bagaimana kita kan berpeluk mesra
erat-erat, sangat teramat erat
seolah hanya itu yang dapat kita lakukan
Itu dia kau tiba
Kulangkahkan kaki tanpa jejak menyambutmu
dan
Di batas kota kita bertemu
Tubuhku tercerai
Tangismu terurai
Bersama tiap pasang mata yang memalingkan wajah
sambil memperlambat laju
Karanganyar, 7 Maret 2013
-R. Pujasmara