Cermin Perak

Bila kutuliskan ke dalam bayang
Tiada ada kulihat senyum
Namun tengok ke dalam
Di sini dunia nyata
 
Aku tiada dapat menghitung kelajuan perpisahan
karena sua, bicara, ruang, dan kebiasaan
Namun semua yang terlupa
kecuali kesedihan
jadi ketidakadanya penerimaan
 
Bila ada sandang yang terasuk
dan rambut yang tersisir
tawa yang tersenyum
itu adalah sekadar dikenang
 
Mungkin bukan sahabat
namun sejak kanak hingga remaja anjak
aku mengenalmu sudah seharusnya
 
Tak ingin adanya keikhlasan
Karena bahagia atau lelah di sini
 
Karena aku yakin suatu ketika
kau dan aku
akan merasakan kebahagian yang sama
atau bahkan lebih dari apa yang dapat terbayang

Karanganyar, 19 November 2013
-R. Pujasmara