Penyair Malam

Uap hujan mendesah dalam
air hamparan rumput jiwa
matahari terlalu jatuh ke pangkuan cakrawala
 
Malam ini aku meminangnya
dalam alun gerimis nafas
menandai senyumnya dalam kelemahan rasa
dinyanyikan burung hitam-hitam
 
Setelah tiada seorang yang bisa dirindu
malam ini aku bercinta
di awan-awan ranjang sutera
mengguyurkan hujan pada selimut kabut
basahi rumahku dengan irama nafsu
 
Apakah alam pernah lupa membaca waktu?

Karanganyar, 3 November 2013
-R. Pujasmara