1
Di depan rumah aku membara kayu
mengipaskan beku hingga terbakar biru
Ada yang bilang malaikat tercipta dari cahaya
sedangkan dari api memancar cahaya
Ada yang bilang iblis tercipta dari api
sedangkan api mendalam nafas
maka nafasku dipenuhi keiblisan
namun sayang, api nafasku ini tak bercahaya
Sementara dirimu yang bercahaya
kuanggap malaikat
Ternyata aku memuja iblis
di balik pantulan cahaya lensa kamera
2
Bila aku lubang hitam yang menelan cahaya
kutelan segala nyala alam semesta
dan musnah kehidupan bumi
tanpa cahaya matahari
takkan ada nafas lagi
takkan ada api lagi
takkan ada iblis lagi
Hanya cahaya tak kasat mata
terbang menari tanpa saksi
3
Aku bukan dukun peramal
mencoba mengusik Kuasa
Aku bukan pembangkang
mencoba melawan Perkasa
Aku hanya merasa tak cukup berterima
kepada Kasih dan Sayang
Aku hanya pemurung
yang lupa betapa beratnya tahu
setetes air yang tersisa menguap di ujung jemari
Aku hanya pemurung
yang sedang butuh hidrasi
menyalakan api sebelum hidup semalam lagi
Di depan rumah aku membara kayu
mengipaskan beku hingga terbakar biru
Ada yang bilang malaikat tercipta dari cahaya
sedangkan dari api memancar cahaya
Ada yang bilang iblis tercipta dari api
sedangkan api mendalam nafas
maka nafasku dipenuhi keiblisan
namun sayang, api nafasku ini tak bercahaya
Sementara dirimu yang bercahaya
kuanggap malaikat
Ternyata aku memuja iblis
di balik pantulan cahaya lensa kamera
2
Bila aku lubang hitam yang menelan cahaya
kutelan segala nyala alam semesta
dan musnah kehidupan bumi
tanpa cahaya matahari
takkan ada nafas lagi
takkan ada api lagi
takkan ada iblis lagi
Hanya cahaya tak kasat mata
terbang menari tanpa saksi
3
Aku bukan dukun peramal
mencoba mengusik Kuasa
Aku bukan pembangkang
mencoba melawan Perkasa
Aku hanya merasa tak cukup berterima
kepada Kasih dan Sayang
Aku hanya pemurung
yang lupa betapa beratnya tahu
setetes air yang tersisa menguap di ujung jemari
Aku hanya pemurung
yang sedang butuh hidrasi
menyalakan api sebelum hidup semalam lagi
Yogyakarta, 12 Oktober 2014
-R. Pujasmara