Bak guyuran gaung luhur gong agung
bertumbuk tabuh dan wilah
tarung tanding menalu kebyar
kemebyar lentera menyinar arca marmer berkilau
diserbak melati tebar terserasah
Sembah hatur terangkat berirama
pada langit mendung bertatahkan warna
Jiwa berhening mengisi hampa
menuju pada kahiyangan loka
Tirta terpercik bening mengusap kulit
Japa diucap tembang diuluk
Ketukan mendesak mendadak tersirap
Ibarat gunung yang rubuh lalu terbakar
kembali dapat pulang ke sisi gelap jilat gerhana
Tali merah yang sedari tadi mengikat sesaji
itu kemudian bergerak menari
liar seular menjalari batu-batu
melepaskan diri dari raga
menggelepar melompat ke angkasa
hingga jatuh di atas tungku berdoa
Mematahkan nyala seratus dupa
Menyebarkan ratus sewangi bunga
bertumbuk tabuh dan wilah
tarung tanding menalu kebyar
kemebyar lentera menyinar arca marmer berkilau
diserbak melati tebar terserasah
Sembah hatur terangkat berirama
pada langit mendung bertatahkan warna
Jiwa berhening mengisi hampa
menuju pada kahiyangan loka
Tirta terpercik bening mengusap kulit
Japa diucap tembang diuluk
Ketukan mendesak mendadak tersirap
Ibarat gunung yang rubuh lalu terbakar
kembali dapat pulang ke sisi gelap jilat gerhana
Tali merah yang sedari tadi mengikat sesaji
itu kemudian bergerak menari
liar seular menjalari batu-batu
melepaskan diri dari raga
menggelepar melompat ke angkasa
hingga jatuh di atas tungku berdoa
Mematahkan nyala seratus dupa
Menyebarkan ratus sewangi bunga
Karanganyar, 4 Oktober 2014
-R. Pujasmara