Sajak Penutup Masa Sekolah

Semua mesti melepas masa
dan langkah nuju bentang jalan
Sebelum pembilang angka penutur bahasa 
hilang dari pandang perlahan

Hari ini, kita berkunjung 
menemui suka duka cita dahulu
di dingin siang atau panas hujan 
sebelum pudar dihempas 
sadar membunuh lamunan

Aku mau mengerang! 
sekali di sekeras-kerasnya 
pada kibar angin berkunjung
ku terbangkan s’bagai harap
tunduk cipta, punjung doa

Sebab esok, bila datang terngiang
tiada wajah itu boleh kupandang
dalam rangkaian nyata dikenang 

Walau kadang tak disadari
bahwa kebersamaan adalah kesendirian
dan berakhir pada kesendirian.
Sering kali, yang kita tak mau mengerti:
memiliki adalah bersiap kehilangan.

Padang hijau biarkan hijau 
dan airnya mengalir jernih
walau tak lagi kupandang bintang pagi 
menuju takhta di senyum yang sama 

Sementara ketika, 
lembaran buku tertutup kaku
bersama yang putih-kelabu 
dalam almari terlipat membeku

Karanganyar, 4 Mei 2013
-R.Pujasmara