Taman Bunga di Sudut Kota

Raung jalanan riuh samudera
Kumandang sore menyambut matahari berpisah
bersama bayang-bayang pergi mengikuti
searah burung hitam di cakrawala

Dalam naung akasia yang duduk ke segala penjuru
tak terpecah angin melangkah pulang,
Sebuah pagar taman di sudutnya kota 
menyusun relief bunga-bunga yang hijau berpermadani 
dihias kupu dan daun beterbangan

Ada khayalanku yang mandi di kolam tengahnya
bersuci diri di dalamnya air tanpa malu atau ragu
bersama suka tawa belaka simfoni angin
yang membawa nafas baru menemukan kesejukan
setelah semalam bercinta dengan neraka kata-kata.

Karanganyar, 15 Mei 2013
-R. Pujasmara