Aku mau bicara tentang kabut di lembah danau
Air di sini sebiru pagi
dan dinginnya bekukan angin
Tiada ikan kecil timbul di muka
hanya bayang-bayang dan bayangan
Hujan kemarin bilang padaku
ini nanti, ia mungkin datang lagi
Kau sudah pernah rasakan hujan
atau selama ini kau hanya merasa kebasahan?
Di detik airnya turun
ada suara bernyanyi,
‘tak tik tuk’ tetes berdetakan
begitulah bunyinya
Boleh kutidurkan kau di sini?
Tanah di sini sejuk
duri-duri rumput jadi halus
licin-licin lumut jadi lembut
Ayo kita berebah
sambil tersenyum berkaca pada embun
Adakah wajahmu
lebihi indahnya di cermin embun?
Danauku
Aku kabut di lembahmu
pergi dari dingin wajahmu yang sebiru pagi
Hingga hujan ini nanti, mungkin membawaku kembali
Air di sini sebiru pagi
dan dinginnya bekukan angin
Tiada ikan kecil timbul di muka
hanya bayang-bayang dan bayangan
Hujan kemarin bilang padaku
ini nanti, ia mungkin datang lagi
Kau sudah pernah rasakan hujan
atau selama ini kau hanya merasa kebasahan?
Di detik airnya turun
ada suara bernyanyi,
‘tak tik tuk’ tetes berdetakan
begitulah bunyinya
Boleh kutidurkan kau di sini?
Tanah di sini sejuk
duri-duri rumput jadi halus
licin-licin lumut jadi lembut
Ayo kita berebah
sambil tersenyum berkaca pada embun
Adakah wajahmu
lebihi indahnya di cermin embun?
Danauku
Aku kabut di lembahmu
pergi dari dingin wajahmu yang sebiru pagi
Hingga hujan ini nanti, mungkin membawaku kembali
Karanganyar, 21 Mei 2013
-R. Pujasmara